Vibing and Drowning with Beat
Musik menjadi salah satu media saya dalam berimajinasi karena dalam musik terdapat makna yang ingin disampaikan penciptanya, Saya sangat menikmati musik dari kecil, kesukaan terhadap musik dimulai pada saat saya menonton MTV saya sangat suka dengan lagu-lagu indonesia pada saat itu. Musisi terkenal seperti Andra, Agnes, dan masih banyak lagi sering sekali menemani waktu saya kecil. Seiring berjalannya waktu suatu waktu bapak saya membeli disc yang isinya kompilasi lagu RnB seperti usher, akon, beyonce mulailah paparan budaya barat membuka pandangan tentang musik pada saya. Sampai akhirnya saya menyukai satu rapper yang sampai sekarang berada di kepala saya ketika ditanya perihal ini. Tidak lain adalah eminem, dengan lagu pertama yang saya dengar adalah not afraid, dari situ saya mengenal lagu-lagu lainnya dan rapper lain yang memiliki karakteristik unik.
Beranjak remaja pandangan saya semakin terbuka pada berbagai banyak genre, dari awal pop, RnB, dan HipHop. Saat SMP suatu waktu teman saya mengenalkan ada band rock bernama Avenged Sevenfold yang sebelumnya hanya dear God lagu yang saya tahu, setelah dikenalkan lagu lainnya disitu saya jatuh cinta ke rock tapi hanya bertahan waktu singkat. Karena perkembangan internet banyak genre lain yang saya kulik. Mulai dari emo, reggae, metal, Jpop, dan masih banyak lagi ditambah lagi saya sangat suka mendengarkan radio setiap tidur atau mengerjakan tugas. Dengan musik saya ditemani bertumbuh hingga masuk masa SMA.
Masa SMA semua hanya pengulangan dari masa SMP tetapi masa ini saya mulai mengulik makna dan berusaha mengerti penyampaian dari lagu yang dengar dan sialnya masa saya SMA lagu-lagu yang tenar saat itu adalah lagu-lagu melankolis. Lagu-lagu yang diciptakan memainkan perasaan pendengar, lagu sederhana dengan alunan gitar diciptakan untuk membuat hati yang patah semakin remuk. Saya suka tapi tidak terlalu karena terlalu mainstream semua orang dikelas mendengar lagu yang sama.
Sampai saat ini setelah berselancar mencari genre musik yang paling enak saya tetap selalu kembali ke hiphop, rap, dan sejenisnya. Karena musik yang diciptakan berhubungan dengan realitas, rapper amerika seperti kendrick, kanye, Dre, Snoop, 2pac, ice cube, Jcole menjadi teman saya menjalani keseharian. Mereka menceritakan struggle, senang, sedih, dsb. lewat lirik banyak lagu rap yang menemani saat saya sedih. Lagu yang selalu membuat saya meneteskan air mata salah satunya adalah lagu Pride karya Kendrick Lamar, ini lagu sangat personal bagi saya yang ignorance. Salah satu verse disitu menunjukan tingkah laku saya kepada sekitar. Saya perlu berterima kasih terhadap Kendrick karena lagunya saya masih waras, karena saya menjalani hidup tidak sekeras itu dan terhadap rapper-rapper yang jenius dalam berirama serta beat produser musik yang menciptakan suasana mendalam bagi pendengarnya.
Jujur masih banyak yang bisa saya ceritakan tetapi saya perlu persiapan karena banyak sekali saya terpapar skena musik baik dalam atau luar negeri. Dan hiphop salah satu genre yang tidak akan pernah saya khianati tentu genre lagu lain tidak kalah menarik tetapi seni adalah subjektif dan bagi saya hiphop adalah personal dan realitas.
-Remon
Komentar
Posting Komentar