Menguatkan Cinta dengan Relasi yang Dalam

 Selayaknya seorang yang berdiri di atas angin, saya memiliki toleransi yang rendah terhadap rasa kebersamaan. Bagi saya kebahagiaan adalah diri sendiri, "aku, aku dan aku" apalah arti sekitar bagi kebahagiaan. Menjalani kehidupan sukar yang penuh dengan pertentangan antar kepala membuat ego semakin tebal. Kata-kata "saya yakin saya menang" berkeliaran dan mengakar menjadikan ego kokoh sampai lupa darat.

Perjalanan yang sukar ini dimulai karena terpantiknya ego di tahun 2018, setelah mendengar wejangan "semua yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan" saya masih menganggap angin lewat saat itu karena belum mengerti maksud kalimat itu. Hingga menuju tahun 2020 di mana saya mulai menelusuri arti dan makna yang menjadikan seseorang bijaksana dalam menelaah suatu objek.

Pada tahun tersebut saya mempelajari Ibu pengetahuan, yang semakin mempertajam ego dan membangun sifat idealis. Dengan berbekal sedikit ilmu saya mulai melihat objek dari berbagai sisi dan menilai suatu hal yang menurut saya tidak penting adalah hal remeh yang tidak perlu diperhatikan. Terutama cinta dan relasi, hal ini menjadi objek yang menjadi highlight utama dalam tulisan kali ini.

Cinta memiliki arti berbeda dengan makna yang sama, cinta tidak menilai fisik tapi soal rasa. Saya mulai mengerti soal ini ketika ditinggalkan cinta, bagi saya saat itu cinta tidak penting. Setelah 4 tahun saya memahami bagaimana dampak menyepelekan hal ini, di tahun 2020 saya memutuskan menyudahi hubungan dengan pasangan karena saya tidak lagi merasakan cinta, malah nafsu yang menguasai saat itu. Terdengar kekanak-kanakan tetapi itu sebelum saya mengerti makna cinta, *dan akan terus bertumbuh dan mendalam. Waktu itu saya yakin saya bisa mendapatkan pengganti, ketika ego yang menjadi acuan, ternyata tak terasa empat tahun hal ini tidak terjadi. Selama sendiri saya berkomunikasi dan observasi mengenai cinta pada lingkungan saya. Hal yang saya dapatkan cinta merupakan gabungan pikiran dan tindakan akan kasih yang diberikan kepada sesama. Tidak harus pasangan, tidak harus keluarga, tetapi setiap manusia berhak dicintai. Tokoh yang paling dekat dalam sejarah adalah Yesus atau Isa al-masih, beliau merupakan gambaran mengenai cinta dan kasih. Pengalaman saya ditinggalkan cinta paling sakit ketika saya kehilangan orang yang paling dekat dengan saya, jujur saat itu saya seperti kompas rusak yang tidak menunjuk utara. Tapi Tuhan selalu memberikan orang-orang baru untuk saya sembuh dan kembali mencintai.

Relasi merupakan koneksi antara sesama, dan merupakan hal fana yang digunakan untuk kepentingan semata. Saya anak rumahan yang mencoba merantau pengertian relasi bagi saya hanya sepotong kalimat di atas, bagi saya tidak terlalu penting bagi saya saat itu. Tahun 2023 merupakan tahun terbaik yang pernah saya alami dimana saya sedang mengobati setelah ditinggalkan cinta dan Tuhan memberikan orang-orang yang luar biasa bagi saya. Saya mengerti ada saudara luar darah yang banyak peduli pada saya. Saya memiliki aturan ketika membangun relasi lontarkan hal vulgar dan lihat responnya, kalau satu frekuensi artinya hal ini lampu hijau bagi saya. Terdengar kasar tapi itu salah satu bentuk penilaian saya, saya sangat suka melihat pandangan orang lain terhadap hal yang saya anggap unik. Terlihat bodoh tapi bagi saya ini cara paling mudah. Tahun tersebut membuka pandangan saya dan saya sangat bersyukur banyak hal tidak enak terjadi pada saya dan banyak orang yang tetap mengerti saya, meskipun saya berulah absurd. Pengalaman di tahun 2023 menjadikan relasi memiliki makna mendalam bagi saya.

Pandangan di atas akan terus tumbuh dan mendalam seperjalanannya saya menapaki bumi, kata-kata di atas sengaja dibuat baku karena ketika menulis saya lebih suka dengan kata-kata tersebut. Saya masih banyak kurang, masih banyak yang harus diperbaiki mohon maaf bila melebar dan sulit dimengerti. Jujur saja saya suka perhatian makanya saya tulis diblog bukan buku harian, *kecuali hal personal. 

Tahun 2024 ini saya akan lulus dan akan membuka lembaran baru doakan skripsi saya rampung karena teman-teman saya udah banyak yang lulus, kasihan mereka membutuhkan saya doakan ya hehe. JK.


-Remon


Komentar